Sunday, May 26, 2013

Sibuk Berdebat, Tapi Lupa Beramal

Jangan sampai kita sibuk berdebat
Tapi lupa beramal

Berdebat hanya menjadi pintu sayathiin masuk dan merusak hati
Biarkanlah orang jahil berceloteh
Kita tetap teguh dengan al-haqq

Karena kegelapan tak pernah bisa
menggantikan cahaya. 

Takbir!! 

Monday, October 8, 2012

Ingatlah RABB-mu..

Di sela kesibukan dunia masihkah kita ingat kepada Rabb kita
Sang Pemelihara kita..

Dia memberi kita kehidupan memberi kita makan minum...
memberi kita ni'mat iman dan islam...
masih ingatkah kita..

 Janganlah lupa kepadaNya,
ALLAH Rabbul 'alamiiin.

teruskanlah dzikirmu
di antara derap pekerjaan dan belajarmu

bawalah ALLAH bersamamu..
Dia akan selalu menolongmu...

 Laa tahzan, innaLLAHA ma'ana..

Tuesday, March 27, 2012

Mengapa kau masih melakukan dosa?

Mengapa kau masih melakukan dosa,
padahal Allah tidak pernah menunda nikmat untukmu

Mengapa kau masih tak mendengar larangan-Nya,
padahal itu semua semata dari-Nya sebagai bentuk sayang-Nya
menjagamu dari jurang neraka

Janganlah kau memperolokkan agama ini,
Tiada pantas kau lakukan, kecuali kau termasuk orang munafiq

Jadilah orang yang shiddiq, yang lurus
tegar di atas syariat dan sunnah Nabi

Memang itu tiada nyaman di dunia
karena dunia ini memang penuh syaithan
maka ucapkanlah taawudz
dan jagalah wudhumu
agar syaithan pergi terbirit-birit darimu

Lantunkanlah Al Quran terus menerus dari lisanmu
Resapkan ke dalam hatimu
Memang musik terdengar lebih indah, karena itu dari syaithan
Tapi musik tidak akan menolongmu saat sakarotul maut
melainkan hanya kalimah "Laa ilaha illallah" itulah yang menyelamatkanmu

Hai jiwaku, teguhlah dalam Islam
cintai Allah dan Rasulullah lebih dari apapun bahkan lebih dari dirimu sendiri
Jangan hiraukan apa kata orang, kecuali ia orang yang faqih dan juga sepenuhnya beriman

Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallahu Allahu Akbar

Yaa Allah, tolonglah aku
Berilah pemahaman agama yang mendalam
dan pengamalan agama yang konsisten dan istiqomah

Jauhkanlah seluruh godaan syaithan dari diriku
Karena aku amat benci mereka yang selalu merayu manusia kepada neraka
Sungguh syaithan adalah musuhku yang nyata

Yaa Allah, selamatkanlah aku
Robbana aatina fid dunya khasanah
wa fil aakhiroti khasanah
wa qina 'adzabannaar..

amiin amiin amiin
ya Rabbal'alamiin.

Wednesday, March 14, 2012

Alam Persinggahan

Saya pernah secara tidak sengaja masuk ke sebuah blog yang judulnya "Alam Persinggahan", karena memang saat itu sedang mencari artikel-artikel mengenai akhirat. Kalau kita renungkan, memang benar, dunia hanya alam persinggahan. Malah saya kadang ibaratkan, di dunia ini ibarat kita naik mobil menuju akhirat. Tapi bedanya, yang menghentikan kita dari naik mobil, yang menyuruh kita turun dari mobil itu bukan diri kita suka-suka kita sendiri, tapi itu keputusan dari Allah yang tidak dapat dimajukan dan dimundurkan walau sesaat pun.

Hakikatnya kita ini sebenarnya manusia yang menembus berbagai alam. Bedanya, ruh kita telah disiapkan oleh Allah, lalu dihembuskan ke alam dunia. Dan kita lahir dari rahim ibu. Maka jadilah kita manusia yang hidup di dunia. Tapi banyak manusia yang menyangka, atau bersikap seolah-olah, hidup di dunia ini abadi. Padahal hidup di dunia ini sangat sebentar!! Salah seorang ustad saya yaitu ustad Muktasim Billah, pernah bilang, bahwa, hidup di akhirat itu 1 harinya sama dengan 1000 tahun di dunia. Maka kalau kita hidup 100 tahun di dunia, berarti hanya 0,1 hari akhirat, artinya kalau kita hidup 100 tahun di dunia, dan ditukar dengan kehidupan akhirat, itu hanya kurang dari 2,5 jam!! Allahu Akbar.

Jadi apakah kita masih mau enak-enakan saja di alam persinggahan ini? Yuk mari beramal sholih. Tidak hanya shalat, walaupun memang shalat paling pokok. Tapi juga puasa ramadhan, puasa sunah, shalat sunah, shadaqah, bekerja, menyayangi orang tua, anak, istri/suami, saudara, tetangga, semuanya adalah ibadah bila karena Allah.

Yuk kita maksimalkan alam persinggahan ini biar bekel kita banyak, biar ga nyesel di akhirat. gak tahu lagi dah berapa lama kita hidup di dunia, sebelum dipindah ma Allah ke barzah. Di barzah, kita bakal lebih kagak tahu lagi berapa ribu tahun kita nunggu ampe kiamat dateng. Nah makanye, nyok, banyak-banyak beramal sholeh. Kalau adzan, buru-buru tinggalin semuanye (kecuali darurat, misalnya ente dokter lagi operasi) dan ambil wudu, langsung shalat. Yuk yuk yuk. Kematian sudah pasti. Dia tak pernah menunggu. Hanya kita yang belum tahu. Apakah kita masih mau terlena-lena dan santai? Yuk siapkan diri bertemu Allah sang Pencipta kita... Allahu Akbar. Laa ilahaillAllah muhammadarrasulullah.

Wednesday, April 6, 2011

Kisah Sayidina Ali bin Abi Thalib dan Buah Delima Untuk Fatima

” Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam ” ( Asy-Syuuro : 109 )
Katakanlah: “Aku tidak meminta upah sedikit pun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya ”. ( Al-Furqon : 57 )

Rosulullah SAW juga sukses dalam membangun sebuah peradaban baru karena beliau adalah sosok Manusia Malaikat juga didukung oleh Sahabat-Sahabat setianya yang juga Manusia-Manusia Malaikat.

Simak saja kisah Sahabat Ali bin Abi Thalib ketika Istrinya Fatimah sakit sedang menginginkan Buah Delima “Siti Fatimah r.a menderita sakit, maka datanglah Ali ke rumahnya, kemudian berkata:”Ya Fatimah, apakah yang engkau inginkan dari makanan di dunia ini?” Fatimah menjawab: “Ya Ali, saya ingin buah delima.” Maka Ali berfikir sejenak, kerana ia tak ada uang sepersenpun. Dia pun berdiri serta pergi ke pasar mencari pinjaman uang satu dirham yang lalu dibelikan sebuah delima untuk istrinya Fatimah Di dalam perjalanan, dia melihat seorang tua yang menderita sakit, ibarat orang terbuang di jalan, maka Ali berhenti dan bertanya kepadanya:”Wahai hamba Allah, apakah yang engkau inginkan?” Orang tua itu berkata: “Ya Ali, sudah lima hari saya di sini ibarat orang terbuang belum ada sesuatupun yang bisa saya makan dan telah banyak orang yang lalu dan tidak seorang pun yang memalingkan mukanya kepada saya dan saya inginkan buah delima yang kau bawa itu .
“Maka Ali berfikir sejenak, dalam hatinya berkata:”Saya hanya membeli sebuah delima untuk Fatimah, seandainya delima ini saya berikan seluruhnya kepada peminta-minta ini maka Fatimah tidak mendapat bahagian. Tetapi kalau orang tua ini tidak saya beri telah menyalahi firman Allah Taala: ‘Adapun orang yang meminta-minta, jangan lah engkau herdik’

Dan Nabi s.a.w juga telah bersabda: ‘Janganlah kamu sekalian menolak orang yang meminta-minta, meskipun dia itu di atas kuda’ (Al-Hadith) Maka Ali lalu memberikan Buah Delima itu kepadanya . Seketika itu juga dia sembuh, dan serentak itu pula Siti Fatimah r.a (yang berada di rumah) juga sembuh dan tidak menginginkan lagi buah delima. Ali pun lalu pulang, dan sesampai di rumah dia berasa malu.

Tatkala Fatimah melihatnya, maka dia segera berdiri tersenyum menyambutnya serta merangkulnya lalu mendakapnya ke dadanya seraya berkata: Mengapa engkau bersedih hati wahai suamiku? Demi keperkasaan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, sesungguhnya tatkala engkau memberikan delima itu kepada orang tua tersebut, maka hilanglah keinginan ku kepada buah delima.” Maka Ali gembira dengan kata-katanya istrinya itu.

Tiba-tiba datanglah seseorang mengetuk pintu. Tanya Ali: “Siapa ya ?” Jawab orang itu: “Saya Salman Al-Farisi, tolong, bukakan pintu!” Ali berdiri dan membukakan pintu, dan dia melihat Salman Al-Farisi di tangannya memegang talam yang tertutup di bahagian atasnya, serta meletakkanya di hadapan Ali. Kata Ali: “Dari manakah ini, ya Salman?” Jawab Salman: “Dari Allah kepada Rasul dan dari Rasul kepada engkau.” Maka Ali membuka tutup talam itu, ternyata di dalamnya terdapat sembilan buah delima.

Maka Ali berkata lagi: “Ya Salman, kalau ini untuk saya tentunya harus sepuluh, berdasarkan firman Allah Ta’ala: ‘Barangsiapa mangerjakan satu kebajikan, maka baginya sepuluh balasan yang sepadan’ Salman al-Farisi tertawa sambil mengeluarkan sebiji delima dari dalam saku bajunya dan meletakkannya di talam seraya berkata: “Ya Ali, demi Allah sesungguhnya delima itu sebanyak sepuluh akan tetapi saya ingin menguji kecerdasanmu”

Subhanallah

Keutamaan Surat Al Ikhlas Dan Istana Di Surga

Menurut hadits Anas bin Malik, Rasulullah Muhammad SAW bersabda : "Barang siapa membaca Qul huwallahu ahad sepuluh kali, maka akan dibangunkan oleh Allah untuknya satu istana di dalam surga. Barang siapa membacanya 20 kali, dibangun oleh Allah untuknya dua istana di dalam surga. Barang siapa membacanya 30 kali, maka dibangun Allah untuknya tiga istana dalam surga.

Lalu Sayidina Umar ibn Khattab berkata, "Ya Rasulullah, kalau begitu akan banyaklah istana kami dalam surga".

Maka Rasulullah Saw bersabda : "Allah lebih lapang (luas) daripada itu." Maksudnya, bagi Allah berapapun jumlah istana itu soal mudah.

Saturday, June 5, 2010

Kisah Abu Hurairah

Saya yakin, anda pasti kenal shahabat Rasulullah Saw. yang satu ini. Atau masih ada di antara anda yang belum kenal Abu Hurairah? Penghafal 1607 hadits Rasulullah Saw.

Pada masa Jahiliyah orang memanggilnya Abdu Syams (budak matahari). Setelah Allah memuliakannya dengan Islam, Rasulullah saw. bertanya, "Siapa nama anda?"
"Abdu Syams," jawab Abu Hurairah singkat.
"Bukannya Abdur Rahman?" tanya Rasulullah.
"Demi Allah, anda benar. Nama saya Abdur Rahman, ya Rasulullah!" jawab Abu Hurairah setuju.

Tapi, mengapa yang lebih populer nama Abu Hurairah, bukan Abdur Rahman? Padahal nama itu pemberian Nabi Saw. Nama Abu Hurairah adalah nama panggilannya waktu kecil. Waktu itu ia punya seekor kucing betina yang sering diajaknya bermain-main. Oleh karena itu teman-temannya menjulukinya Abu Hurairah.

Setelah Rasulullah Saw. tahu asal-muasal panggilan itu, beliau sering memanggilnya Abu Hirr sebagai panggilan akrab. Dan sebenarnya, Abu Hurairah sendiri lebih suka dipanggil Abu Hirr ketimbang Abu Hurairah. Konon, hirr itu artinya kucing jantan, sedangkan hurairah kucing betina. Menurut Abu Hurairah, kucing janan lebih baik dari kucing betina.

Abu Hurairah masuk Islam melalui Tufail bin Amr Ad-Dausy. Islam masuk ke negeri kaum Dausy kira-kira awal tahun ketujuh Hijriyah. Ketika itu Abu Hurairah menjadi utusan kaumnya menemui Rasulullah Saw. di Madinah. Setelah bertemu Rasulullah, Abu Hurairah memutuskan untuk berkhidmat kepada Rasulullah Saw. dan menemani beliau.

Sejak itu Abu Hurairah tinggal di masjid tempat Rasulullah Saw. mengajar dan mengimami shalat. Selama Rasulullah Saw. hidup, Abu Hurairah belum mau beristri. Mungkin ia khawatir bila beristri, konsentrasinya dalam membantu Rasulullah terganggu.

Abu Hurairah punya seorang ibu yang masih syirik. Tak henti-hentinya ia mengajak ibuya masuk Islam, karena ia amat mencintainya. Tapi, setiap Abu Hurairah mengajak masuk Islam, ibunya selalu menolak, bahkan tak jarang mengeluarkan umpatan yang menghina Rasulullah.

Sambil menangis, Abu Hurairah menemui Rasulullah Saw.
"Mengapa engkau menangis, wahai Abu Hurairah," tanya Nabi Saw. "Aku tak bosan-bosannya mengajak ibuku masuk Islam. Hari ini kembali kuajak ibuku masuk Islam. Tapi, ia malah mengeluarkan kata-kata yang tak pantas mengenai engkau. Aku sendiri tak sudi mendengarnya. Tolong doakan agar ibuku mau masuk Islam, ya Rasulullah," pinta Abu Hurairah. Rasulullah Saw. pun memenuhi permintaan Abu Hurairah dan mendoakan agar ibu Abu Hurairah itu masuk Islam.

Suatu ketika Abu Hurairah pulang ke rumah ibunya. Ia bermaksud mengajak ibu yang dicintainya itu masuk agama Allah. Waktu itu pintu rumah tertutup. Tatkala ia hendak masuk, ibuya berkata, "Tunggu di tempatmu, hai Abu Hurairah!"

Mungkin ibunya tengah berpakaian. Sejenak kemudian ibunya menyuruhnya masuk. Ketika telah berhadapan dengan ibunya, ibunya berkata, "Asyahadu an laa ilaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadar 'abduhu wa rasuuluh."

Abu Hurairah kembali menemui Rasulullah sambil menangis gembira, sebagaimana sebelumnya ia menangis lantaran sedih. "Bergembiralah wahai Rasulullah! Allah mengabulkan doa anda. Ibuku telah masuk Islam," tutur Abu Hurairah dengan wajah cerah.

Setelah ibunya masuk Islam, hati Abu Hurairah menjadi tenang, seolah-olah terbebas dari himpitan batu besar yang menyesakkan dada. Ia pun bisa berkonsentrasi menimba ilmu dari Rasulullah. Kecintaannya kepada ilmu sama besarnya dengan kecintaannya kepada Rasulullah.

Zaid bin Tsabit pernah bercerita, suatu ketika ia, Abu Hurairah, dan seorang shahabat lainnya berdoa dan berdzikir di dalam masjid. Tiba-tiba Rasulullah Saw. mendatangi mereka. Mereka pun berhenti berdoa dan berdzikir. Rasulullah berkata, "Ulangi doa dan dzikir ang kalian baca!"
Zaid bin Tsabit dan shahabat yang seorang lagi -- bukan Abu Hurairah -- berdoa. Rasulullah mengamini doa mereka berdua.

Lalu Abu Hurairah berdoa, "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebagaimana yang dimohon kedua shahabatku ini. Dan aku memohon kepada-Mu ilmu ang tak dapat aku lupakan." Rasulullah Saw. mengamini doa Abu Hurairah. Zaid dan seorang shahabat yang lain berkata, "Kami juga memohon kepada Allah ilmu yang yang tak dapat kami lupakan." Rasullah berkata, "Kalian telah didahului putra Bani Dausy (Abu Hurairah)."

Allah Swt. mengabulkan permintaan Abu Hurairah. Dia berhasil mengingat dan menghafal 1607 hadits Rasulullah Saw. bagi kaum Muslimin, sehingga dengan hadits-hadits itu berjuta-juta kaum Muslimin hingga akhir kiamat memperoleh petunjuk. Betapa besar pahala Abu Hurairah. Ya Allah, jadikan kami seperti Abu Hurairah.

http://hilabiyus.multiply.com/journal/item/30